JAKARTA – Politikus PPP Achmad Farial disebut-sebut menjadi salah satu kader partai berlambang Kakbah yang disodorkan menjadi calon menteri di kabinet Koalisi Indonesia Kerja Jilid II. Namun, Wakil Ketua Komisi VII itu merasa nama dirinya bukan termasuk ke dalam calon kuat yang diploting PPP sebagai pembantu Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).
“Mungkin nama yang diajukan itu hanya untuk pelengkap saja,” kata Farial kepada Okezone Rabu (17/7/2019).
Namun ia mengaku siap bila Presiden Jokowi memang membutuhkan dirinya sebagai rekan kerjanya di pemerintahan mendatang. Dirinya tak memiliki target untuk menjadi pucuk pimpinan di salah satu kementerian. Farial menyatakan siap menjadi menteri di bidang mana saja, sesuai dengan permintaan dari orang nomor satu di Indonesia nanti.
“Kalau diberi kepercayaan, harus siap di mana saja,” ujarnya.
Baca Juga: 1.063 Orang Mengungsi Akibat Gempa M 7,2 yang Mengguncang Halmahera Selatan
Farial menjelaskan, dirinya hingga kini belum pernah sekalipun dipanggil oleh Jokowi untuk memperbincangkan penawaran tersebut. Ia menilai, beredarnya rumor namanya masuk ke dalam calon menteri hanya sebuah lelucon di dalam internal partai. Sehingga, hal tersebut tak perlu ditannggapi terlalu serius.
“Saya di tidak dikelompok yang pegang tongkat pemimpin saat ini, mungkin ini hanya untuk lucu-lucuan,” kata Farial.
Seperti diketahui, PPP menyodorkan 15 nama untuk dijadikan menteri. Di antaranya adalah Plt Ketua Umum Suharso Monoarfa, Arsul Sani, Mardiono, Syaifullah Tamliha, Rudin Arifin, Arwani Thomafi, Achmad Baidowi, Irgan Chairul Mahfidz, Chozin Chumaidy, Achmad Farial. Kemudian, PPP juga menyodorkan kader perempuannya untuk masuk dalam kabinet, antara lain, Reni Marlinawati, Ermalena, Lena Maryana Mukti, Wardatul Asyriah, dan Fernita Darwis.
"Intinya PPP akan memberikan kader-kader terbaiknya dan untuk seleksinya kita serahkan kepada Pak Jokowi," kata Wasekjen PPP, Indra Hakim Hasibuan.
(Angkasa Yudhistira)