"Ini memang menjadi syiar dari ulama kami terdahulu. Jadi biar mendorong orang lain juga ikut berkurban juga," lanjutnya.
Selain menjadi syiar, warga juga mempercayai secara turun temurun darah hewan kurban yang disembelih bisa keluar dengan lancar.
"Alasannya agar darah di hewan kurban bisa keluar dengan lancar saat disembelih usai diarak keliling kampung," terang Ainul.
Tak cuma diarak sekedarnya, biasanya para warga yang didominasi para pemuda ini juga membentangkan spanduk dan beberapa properti lainnya sesuai tema acara untuk semakin menyemarakkan acara.