Kapal Polairud Polda Sulsel Terbakar, Warga Sempat Dengar Suara Ledakan

Herman Amiruddin, Jurnalis
Rabu 24 Juli 2019 22:15 WIB
(Foto: Herman/Okezone)
Share :

MAKASSAR - Kapal patroli milik Direktorat Kepolisian Perairan (Dit Polairud) Polda Sulawesi Selatan, ternyata meledak sebelum terbakar, sekira Pukul 16.00 Wita, Rabu (24/7/2019).

Hal tersebut diungkapkan oleh warga setempat bernama Harun (37), yang kebetulan berjualan lesehan di sekitar dermaga di belakang Mapolres Pelabuhan Makassar.

Harun mengaku, saat itu dirinya menunggu pelanggan bersama rekan-rekannya sembari duduk bersantai. Harun tiba-tiba mendengar suara ledakan keras dari arah dermaga.

"Kami kaget langsung berlarian ke dalam dan melihat kapal patroli terbakar dan sudah banyak asap," kata Harun kepada Okezone di dermaga saat ditemui.

Tidak lama kemudian petugas kepolisian berlarian mencari tahu penyebab kebakaran. Setelah itu barulah mobil Dinas Pemadam Kebakaran Makassar tiba dan masuk ke dermaga untuk memadamkan api.

Bahkan dua unit mobil pemadam menyemprotkan air dari dalam Hotel Swiis Bell yang kebetulan bersebelahan dengan Mapolres Pelabuhan Makassar.

"Saya tidak tahu kalau ledakannya itu tapi sudah banyak asap dan sudah banyak polisi dan masyarakat. Kurang lebih ada sekitar 6 mobil pemadam kebakaran datang yang memadamkan kapal," ujar Harun.

Sementara Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Makassar, Hasanuddin mengatakan, sebanyak 10 unit mobil dinas kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar kapal patroli milik polisi.

"Kami tiba di lokasi memang kejadiannya ada kapal terbakar. Yang kondisi kapal ini lagi sandar dan tidak berpenghuni. Jadi untuk dugaan sementara kenapa terjadinya kebakaran kapal ini. Saya kira masih dalam pendataan ya. Karena tidak berpenghuni dan posisi kapa tidak beroperasi," kata Hasanuddin kepada Okezone saat ditemui di lokasi kapal terbakar.

Adapun kendala proses pemadaman, kata Hasanuddin, di kapal tersebut terdapat jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM). Ditambah lagi ada senjata milik polisi yang ada di atas kapal tersebut.

"Saya kira kita kesulitan karna isinya ada BBM. Bahan bakar yang sudah menyebar. Beruntung juga kita bawa unit POM yang ada. Jadi dituntaskan unit yang ada. Tidak ada korban. Saya tidak tahu (senjata) karena begitu kita tiba kondisi kapal kosong. Saya kira nanti dari kepolisan yang menjelaskan itu," ujarnya.

Ia menyebut 10 unit armada kebakaran dapat menjinakkan api yang membakar kapal. Pemadaman berlangsung dari Pukul 16.00 sampai 17.52 Wita.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya