“Kalau soal koalisi kita belum menyatakan iya atau tidak, karena semua masih spekulasi pada asumsi-asumsi. Seharusnya memang lebih terbuka karena komunikasi sudah cair,” tuturnya.
Saat ditanya, jika Gerindra benar-benar merapat kemudian meminta jatah menteri di kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf periode kedua, maka Karding tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi beserta para parpol koalisi yang tergabung dalam KIK.
“Kan seluruh formula pasti disepakiti oleh partai KIK dan presiden. Kalau kesepakatan koalisinya sampai pada kabinet ya kita tidak bisa menghalangi karena itu kesepakatan, Tapi kalau kesepakatannya tidak di kabinet itu juga kita tidak bisa halangi. Itu artinya, masih kalau-kalau," tuturnya.
(Rizka Diputra)