Menurut Yuri, tim dokter telah melakukan terapi Extracorporeal Shock-Wave Lithotripsy (ESWL) atau pemecahan batu dengan gelombang kejut. Karena mengkhawatirkan kondisi kesehatan Syafii, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu 27 Juli 2019 mengirim tim dokter kepresidenan untuk ikut memantau tokoh Muhammadiyah yang telah berusia 84 tahun itu.
Presiden juga menugaskan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki, untuk menjenguk Buya Syafii.
Sejumlah tokoh lain yang ikut menjenguk Syafii yakni Mantan Ketua MK Mahfud MD, putri Gus Dur Alissa Wahid, istri Gubernur DIY GKR Hemas, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Mendikbud Muhadjir Effendy.
(Rizka Diputra)