Mantan Kurator Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) tersebut bercerita, pembentukan kabinet dengan susunan 100 menteri saat itu, karena Soekarno mengetahui akan kehilangan kekuasaannya sebagai Presiden. Ditambah, kondisi Soekarno saat itu sedang sakit-sakitan.
Kondisi tersebut berbeda dengan kondisi Jokowi saat ini. Menurut Mona, penyusunan kabinet menteri yang sedang dilakukan Jokowi sedang dalam keadaan aman.
"Oh iya beda kondisinya. Pertama, suasananya beda. Kedua, kondisi Bung Karno beda, sudah sakit-sakitan. Ketiga, zaman Bung Karno walaupun partainya banyak tapi kan Nasakom zaman itu," beber Mona.
"Nah kalau Jokowi baik-baik saja, dia dengan penuh keyakinan bisa bekerja sampai 5 tahun mendatang. Pikiran dia kan dia bagaimana dia mewariskan apa yang sudah dia lakukan untuk generasi mendatang. Beda dengan Bung Karno. Bung Karno itu menjelang jatuh. Jadi ga bisa bandingkan," sambungnya.
Di sisi lain, Ahli Sejarah yang juga merupakan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam yang mengatakan ada perbedaan kondisi dalam sistem pembentukan kabinet menteri di era Soekarno, Soeharto, dan Jokowi.
Asvi berujar, saat kepemimpinan Bung Karno, pemilihan menteri sangat tertutup dan tidak diketahui oleh orang-orang yang akan diangkat menjadi pembantu presiden. Sementara, pada kepemimpinan Soeharto, banyak pihak yang menunggu dan berharap untuk ditelpon presiden untuk mendapat jabatan menteri.