JAKARTA - Sekjen Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengakui bahwa partainya belum diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengungusulkan nama kadernya untuk menjadi menteri.
"Kita belum beri nama karena memang belum diminta untuk memberikan nama," kata Arsul Sani saat menghadiri sidang tahunan MPR/DPR/DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Arsul mengaku sudah menyediakan banyak nama kader PPP untuk menjadi menteri pembantu Jokowi. Sebab, klaimnya, Jokowi telah menyiapkan banyak kursi menteri untuk PPP.
"Banyak (kursi menteri yang diminta)," singkatnya.
Baca Juga: Jokowi : Kita Harus Siap Hadapi Ancaman Kejahatan Siber!
Arsul mengaku tidak masalah soal pembagian kursi menteri yang ditawarkan Jokowi. Jokowi sendiri pernah mengatakan pembagian porsi kursi menteri lima tahun kedepan dengan hitungan, 55 untuk profesional dan 45 dari kalangan parpol
"Kira-kira Jokowi mengatakan kurang lebih, kalau begitu sama seperti sekarang. Sekarang ada 16 dari parpol, ya kira-kira akan pada angka itu. Bagi PPP tidak masalah. Itu hak prerogatif presiden," ucapnya.
(Angkasa Yudhistira)