BADUNG - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengungkapkan masih mengkaji urgensi Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) untuk dihidupkan kembali, dan kajian ini diharapkan dapat dituntaskan pada akhir Agustus 2019 ini.
"Kami lagi mengkaji dan diskusi tentang pentingnya GBHN dan amandemen UUD 1945 yang terbatas itu sampai di mana saja. Insya Allah, akhir bulan ini akan tuntas soal pembahasan GBHN itu," katanya di sela pelaksanaan Muktamar V PKB, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali seperti dikutip dari Antaranews, Rabu (21/8/2019).
Dia menuturkan, saat ini pihaknya akan terus menilai urgensi dari GBHN itu, dengan melibatkan beberapa pakar. Namun, Muhaimin tak menyebut beberapa nama pakar yang dilibatkan dalam pengkajian GBHN itu.
Baca Juga: JK: Kalau Ada GBHN, Presiden Kampanyekan Apa?
Menurutnya, hal yang paling penting dari kajian GBHN adalah nantinya garis-garis besar haluan yang ada tidak justru memberi kesulitan bagi pemerintah dalam setiap pengambilan keputusan.
"Yang penting kalau ada GBHN tidak justru membuat pemerintah kesulitan dalam mengambil langkah-langkah di pemerintahan. Langkah pemerintah tidak justru tersandera GBHN," katanya pula.