Menurut Buya, praktik korupsi di Indonesia sudah dalam taraf yang mengkhawatirkan. Bahkan, dijelaskan Buya, ada sekira 1.000 orang yang sudah menjadi pasien KPK. Meskipun sudah banyak yang pasien KPK, namun dikatakan Buya, korupsi masih tetap terjadi di Indonesia.
"Nah saya katakan (korupsi) itu sudah seperti narkoba," ucapnya.
Baca Juga: KPK Kantongi Bukti 'Catatan Hitam' Capim, Pansel Diminta Tak Salah Menilai
Dia meminta kedepannya pimpinan lembaga antirasuah harus kompak dalam memimpin KPK. Tak hanya penindakan, Buya berharap KPK bisa mengunggulkan 'produk' pencegahan korupsi. "Saya rasa itu. Apapun juga lembaga ini wajib kita pertahankan dan jaga bersama-sama," katanya.
Saat ini, tersisa 20 capim KPK yang mengikuti tahap akhir seleksi yakni uji publik dan wawancara. Nantinya, 20 capim KPK itu akan disaring menjadi 10 orang dan diserahkan ke DPR untuk dipilih kembali menjadi lima.
(Fiddy Anggriawan )