Lemkapi : Warga Asing yang Provokasi Papua Harus Diusir

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Kamis 05 September 2019 05:37 WIB
Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Pihak Imigrasi mendeportasi empat Warga Negara Asing (WNA) asal Australia yang diduga ikut dalam aksi demonstrasi Papua Merdeka di Papua. Pemerintah dan aparat kepolisian juga melakukan pembatasan terhadap WNA ke Papua dan Papua Barat lantaran untuk meredan dugaan keterlibatan asing di dalam kerusuhan bumi cenderawasih itu.

Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan menyebut, siapapun WNA yang mencoba melakukan provokasi ke masyarakat Papua dan Papua Barat harus segera dikendalikan ke negaranya.

"Lemkapi mendukung pemerintah mengusir warga asing yang memprovokasi di Papua," kata Edi kepada Okezone, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Menurut Edi, kehadiran Panglima TNI Marsekal Hadi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian hadir bukan untuk melawan kekerasan dengan kekerasan, tapi datang memberikan kesejukan dan untuk kenyamanan dan keamanan masyarakat papua.

"Kapolri dan Panglima TNI hadir dan berada ditengah masyarakat untuk memastikan negara memberikan jaminan keamanan bagi seluruh rakyat papua dan memiliki komitmen tegas bagi setiap pelanggar hukum," ujar Edi.

Baca Juga : Wiranto Bakal Tarik Prajurit TNI/Polri dari Papua

Baca Juga : Pemerintah Diminta Tangkap Orang Asing Dalang Kerusuhan Papua

Mantan anggota Kompolnas ini, menilai aparat kepolisian telah melakukan penegakan hukum dengan cepat dan tepat. Pelaku rasialisme dan pelanggar hukum serta pelaku provokasi lainnya sudah ditindak dan diproses secara hukum.

"Warga asing yang memprovokasi terhadap rakyat Papua juga sudah dipulangkan ke negaranya. Kerja keras Polri dan TNI yang sudah memulihkan situasi keamanan di Papua dan Papua Barat patut kita puji," ucap pakar hukum dan kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Edi menyebut, walau kini situasi Papua dan Papua Barat sudah mulai kondusif, pihaknya tetap meminta kepada aparat keamanan dan masyrakat Papua tetap waspada munculnya sewaktu-waktu berbagai upaya provokasi yang dilakukan pihak tertentu yang tujuannya jelas untuk mengganggu keamanan di Papua.

"Kami harapkan, pendekatan keamanan yang humanis terus dilakukan dan dialog damai terus dijalankan hingga Papua kembali kondusif seperti semua. Papua adalah kita," tutup Edi. (aky)

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya