Demo Berujung Bentrok karena Massa Dihalangi Temui Pimpinan KPK

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Jum'at 13 September 2019 15:51 WIB
Demo ricuh di depan Gedung KPK. (Foto : Okezone.com/Puteranegara Batubara)
Share :

JAKARTA – Massa yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Indonesia serta Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI menggelar demonstrasi di depan Gedung merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019). Demo tersebut berujung ricuh.

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, awalnya aksi massa tersebut berlangsung dengan damai. Kordinator massa kemudian melakukan orasi. Dalam aksinya, mereka meminta DPR segera merevisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Massa juga meminta Wakil Ketua Saut Situmorang dan Wadah Pegawai (WP) menarik pernyataannya terkait dengan adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Irjen Firli Bahuri. Mengingat, DPR sudah memutuskan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK.

"Saut Situmorang dan WP KPK menarik kembali pernyataan Firli soal melanggar kode etik berat," kata Koordinator aksi Asip Irama di depan Gedung KPK.

Massa juga memaksa untuk Saut Situmorang dan WP KPK agar meminta maaf kepada Firli Bahuri terkait pelanggaran kode etik. Mereka juga meminta internal lembaga antirasuah untuk melakukan evaluasi internal ke depannya.

"Kami meminta pimpinan mencopot Saut Situmorang atau segera mundur sebagai pimpinan KPK," ujar Asip.

Sebelum kericuhan terjadi, perwakilan aparat kepolisian sempat melakukan negosiasi dengan perwakilan pegawai KPK. Tetapi, pegawai KPK menolak kain hitam dicopot dari logo KPK.

Setelah negosiasi itu, secara tiba-tiba ada satu orang dari massa yang masuk ke dalam gedung dan berhasil mencopot kain hitam tersebut. Kericuhan pun tak terelakkan.

Pasalnya, para polisi dan pegawai KPK ikut mengamankan satu orang. Massa yang tak terima dengan hal itu langsung bereaksi. Hal itu mengingat salah satunya kawannya yang diamankan tersebut sempat dipukul oknum aparat dan pegawai.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya