“Saya tidak begitu kenal dekat dengan Azis. Tapi saya melihat sosok atau tokoh, biasanya simple saja. Misalnya, adakah kontroversi atau tidak di tokoh ini? Nah, di sini saya melihat Aziz kontroversialnya sangat minim. Jadi positif saja melihat dia untuk menduduki posisi kursi Ketua MPR,” kaya Syamsudin.
Apalagi Syamsudin juga melihat, Aziz memiliki latar belakang yang cocok untuk jabatan tersebut. “Saya pikir latar belakang dia sudah cocok, karena pernah di Komisi III, bidang hukum, organisasi, dan lain sebagainya,” ungkap Syamsudin.
Selain itu, Azis dianggap sebagai tokoh muda yang memiliki visi yang bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu. “Aziz ini tipikalnya tokoh muda Golkar yang bisa fight. Saya pikir tidak ada masalah dengan usianya yang tergolong muda itu. Apalagi nanti yang di hadapi MPR itu adalah PDIP. Hal ini ada kaitannya dengan amandemen konstitusi, lalu GBHN, status MPR dan lain sebagainya itu,” ujar Syamsudin.
Menurut Syamsudin, saat ini yang dibutuhkan Indonesia, khususnya di MPR, adalah pimpinan yang lebih bisa menyikapi perkembangan bangsa ke depan. “Bukan balik lagi ke masa lalu,” ucapnya.
(Khafid Mardiyansyah)