Gerindra Disarankan Tetap Jadi Oposisi

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Sabtu 12 Oktober 2019 23:23 WIB
Presiden Jokowi dan Prabowo saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)
Share :

JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, berpendapat sebaiknya Partai Gerindra tetap menjadi oposisi selama lima tahun ke depan. Pasalnya, selama ini banyak pendukungnya yang ingin agar partai berlogo burung garuda itu berada di luar kekuasaan.

Ujang menilai menjadi oposisi sama terhormatnya dengan pihak yang menduduki kekuasaan. Sebab oposisi dapat berfungsi sebagai kontrol tatkala pemerintah telah salah jalan.

"Harusnya Gerindra jadi oposisi saja. Karena pendukungnya banyak yang menginginkan Gerindra berada di luar kekuasaan. Menjadi oposisi sama-sama terhormatnya dengan berkuasa. Bahkan menjadi oposisi lebih terhormat. Karena bisa mengingatkan pemerintah ketika pemerintah salah jalan dan salah arah," kata Ujang dalam keterangannya, Sabtu (12/10/2019).

Ujang menambahkan, wacana bergabungnya Gerindra dengan koalisi Jokowi dapat dimaknai sebagai manuver untuk mendapatkan kekuasaan. Sebab, politik bersifat dinamis, cair, dan kompromistis. Dia berujar, koalisi yang dibangun bukan berdasarkan ideologi akan mudah pecah.

"Idealnya negara membutuhkan oposisi yang kuat dan tangguh dalam mengawasi pemerintah," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya