DI sebuah tempat yang berjarak satu jam perjalanan dari pesisir utara Prancis, sekelompok pria Vietnam menikmati teh di dekat api unggun, sambil menunggu telepon dari pria yang mereka sebut "bos".
Dia adalah seorang pria asal Afghanistan, kata mereka, yang akan menyediakan truk di tempat parkir terdekat dan menyelundupkan mereka di dalamnya.
Seorang warga Vietnam bernama Duc bercerita dia membayar sekitar Rp500 juta untuk perjalanan dari Vietnam ke London, melalui Rusia, Polandia, Jerman dan Prancis.
Perjalanan itu diorganisir, ujarnya, oleh seorang warga Vietnam di kampung halaman mereka.
"Saya punya sejumlah teman asal Vietnam di Inggris yang akan membantu mencarikan kerja saat saya tiba di sana," ceritanya, mengutip BBC Indonesia, Minggu (27/10/2019).
"Teman-teman ini membantu saya mendapatkan truk atau kontainer untuk melintas ke Inggris."
Keamanan tidak begitu ketat di dekat tempat parkir terdekat di Prancis utara. Namun tidak banyak orang yang berhasil lolos dari para petugas di perbatasan.
BBC mendapatkan informasi bahwa terdapat dua tahapan sistem di sini; mereka yang membayar lebih untuk perjalanan ke Inggris tidak perlu mencoba peruntungan dengan naik truk, tapi menggunakan tempat parkir ini sebagai transit sebelum diantar ke tujuan akhir.
Seorang penyelundup manusia asal Vietnam, yang diwawancara koran Prancis beberapa tahun lalu, dilaporkan menjelaskan tiga paket penyelundupan ke Inggris.
Migran yang mengambil paket termahal dibolehkan duduk di samping sopir truk selama perjalanan dan mendapat fasilitas menginap di hotel. Sementara paket termurah dijuluki "udara" atau, dengan istilah yang lebih sinis, "CO2" — mengacu pada kurangnya udara di dalam sejumlah truk.