Dedi pun menepis ada anggapan yang menyebutkan menjelang Munas berlangsung situasi partai berlambang beringin itu mencekam. Padahal situasi di DPP sendiri berjalan seperti biasanya.
Ia menuturkan, Golkar ingin menjadikan tahun 2019 sebagai tahun konsolidai, bukan malah tahun kompetisi. Dia mengaku sebagai kader sudah terlalu lelah dengan kompetisi internal, padahal partai lain sedang mempersiapkan menyambut Pilkada serentak tahun 2020.
"Ini kan tahun konsolidasi karena kita lelah setiap munas dan ujungnya konflik. Kalau yang kalah votingnya tokoh besar kan bikin partai. Apalagi partai lain sudah ngomongin 2024. Kita juga harus mulai, apa yang harus dilakukan oleh Golkar," tukas Dedi.
(Khafid Mardiyansyah)