JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan Munas yang digelar Desember 2019 tidak hanya ajang memilih ketua umum, tapi pemikiran-pemikiran Partai Golkar yang akan menjadi arahan bagi pembangunan Indonesia di masa depan. Termasuk di dalamnya pembahasan "Visi Negara Kesejahteraan 2045".
"Saya, Pak Agung Laksono, Pak Andi Mattalatta, Pak Akbar Tandjung, adalah generasi yang telah lewat, tapi kami masih punya semangat," ujar Aburizal dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, di Jakarta, Kamis (14/11/2019).
Karena itu, dirinya mengajak seluruh kader Golkar untuk terus bersatu agar dapat memaksimalkan semua energi untuk memikirkan kemajuan partai berlambang pohon beringin itu sehingga ke depan Golkar tidak akan ada lawan.
Terkait Munas, dia pun ingin seluruh kader satukan kekuatan. "Kita pikirkan agar bagaimana beberapa calon yang ada bisa berunding, sehingga bisa menelurkan musyawarah mufakat. Kita kesampingkan ego-ego yang ada," kata dia.
Baca Juga : Jokowi: RPJMN 2020-2024 Jangan Abstrak dan Normatif
Baca Juga : Mahfud MD Bantah Terima Bukti Surat Pencekalan Habib Rizieq
"Di situlah, Golkar akan menjadi pemenang. Kita juga harus pertimbangkan agar ada generasi-generasi milenial yang masuk ke dalam kepengurusan PG," sambungnya.
Bila kekuatan yang ada bisa disatukan, kata Aburizal, dia yakin bisa mengembalikan Partai Golkar sebagai "The Party of Ideas". "Kita bangkitkan Golkar dengan ide-ide dan gagasan. Kita gunakan media-media yang ada, baik media konvensional, maupun media sosial," kata dia.
Selain itu, dia juga menghargai hasil pemilu yang diraih Golkar tahun ini. Namun ke depannya, ia menginginkan ada kader Golkar yang maju dalam kontestasi Pilpres 2024.
"Ke depan, dalam membangun partai, kita harus berkeliling dan mencari masukan-masukan dari daerah/DPD. Partai Golkar di tahun 2024, harus bisa mencalonkan presiden atau wakil presiden dari kader Partai sendiri. Kita tabuh gendang kita sendiri. Kita menari di gendang kita sendiri. Satu tekad kita, Golkar menang di 2024," tuturnya.
(Angkasa Yudhistira)