JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar akan digelar Desember 2019. Riak politik untuk memperebutkan kursi ketua umum mulai bergeliat di internal partai berlambang pohon beringin.
Ketua Bidang Humas Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) Reza Pahlevi mengajak seluruh kader Golkar menjaga marwah partai. Caranya dengan tidak menghasut dan memecah belah serta menghalalkan segala cara untuk berkuasa.
"Sebagai kader muda Golkar, kami ingin mengambil bagian penting dalam forum pengambilan keputusan tertinggi partai yaitu Munas dalam suasana kompetisi yang terhormat dan elegan," ungkap Reza dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/11/2019).
Baca juga: Aburizal Bakrie Yakin Musyawarah Mufakat Bisa Dilakukan di Munas Golkar
Diharapkan Reza, diskursus yang bergulir jelang Munas tak lagi bermain opini di media seakan-akan terdzalimi, tidak diakomodir atau dilibatkan dalam kepanitiaan, maupun memainkan isu aklamasi. Semuanya harus belajar dari Munas sebelumnya yang selalu berakhir dengan perpecahan.
"Saya secara pribadi, tentu bangga menjadi bagian dari salah satu partai terbesar di Republik ini dengan sejarah panjang berkarya untuk pembangunan bangsa dan negara. Karena itu, belajar dari dua kali Munas sebelumnya yang selalu berakhir dengan perpecahan, alangkah eloknya jika isu yang dimainkan jelang Munas adalah perang gagasan dari setiap Calon Ketum," katanya.
Baca juga: Deklarasi Maju sebagai Caketum Golkar, Komitmen Bamsoet Dipertanyakan
Menurut Reza, biarkan pemilik suara sah di Munas menentukan pilihannya tanpa intimidasi maupun iming-iming berupa politik uang. Munas nanti selain menjadi kawah candradimuka seluruh stakeholder partai untuk menentukan strategi ke depan, Munas juga akan memilih dan menetapkan Ketum Partai Golkar untuk lima tahun ke depan.
"Dan tentunya harus dengan proses yang benar sesuai AD/ART yang mengatur soal ini," katanya.
Bila nantinya Munas tak bisa secara musyawarah mufakat, maka terpaksa dilakukan pemungutan suara dan itu sudah diatur dalam AD/ART. Meski diakuinya, sebagai bangsa Indonesia yang menganut Demokrasi Pancasila, di setiap pengambilan keputusan idealnya harus berdasarkan musyawarah mufakat.
"Dan saya yakin para pemegang mandat di Munas baik di DPD 1 maupun DPD 2 sudah memiliki preferensi politik yang satu tarikan nafas perjuangan sesuai visi/misi, target 5 tahun ke depan dan tentunya setelah melihat capaian Ketum Airlangga Hartarto selama ini," ujarnya.
Dari calon ketua umum yang ada, Reza melihat Airlangga Hartarto selama menjadi ketua umum sukses menghantarkan Golkar pada peringkat kedua Pemilu serta Golkar juga berhasil menghantarkan kader-kader terbaiknya di posisi strategis baik di legislatif maupun eksekutif.
“Terpilihnya Ketum Airlangga sebagai Menko Perekonomian buah dari hasil kerja keras dan kepercayaan penuh yang diberikan Presiden Jokowi,” katanya.
Reza menegaskan, AMPG sebagai sayap Golkar yang melekat akan terus mengawal Airlangga pada Munas Desember nanti.
“AMPG sebagai sayap Partai Golkar yang melekat dan tidak terpisahkan akan terus mengawal Ketum Airlangga pada Munas Desember ini untuk melanjutkan pada periode selanjutnya,” katanya.
(Awaludin)