"Kembali tradisi yang dilakukan oleh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais terkait proses regenerasi dalam kepemimpinan di partai tersebut," ujar Anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024 ini.
Padahal, kata dia, dulu Amien dukungannya sangat kuat dan banyak yang meminta supaya beliau kembali menjadi ketua umum sekali lagi alias dua periode. Tapi, beliau tidak mau dan menolaknya.
"Karena ingin bangun tradisi bahwa kita ini masih kecil, regenerasi itu penting kita lakukan," ujar Sekretaris Fraksi PAN di DPR RI ini.
Selain itu, Yohan mengatakan Amien juga sebagai tokoh reformasi yang dikritik waktu itu adalah soal kepemimpinan yang sangat lama yakni Presiden RI Soeharto.
"Kemudian membuat ada hegemoni yang kuat, absolutisme yang kuat, rezim yg otoriter. Itu karena kepemimpinan yang lama," jelas dia.