Ikatan Guru Indonesia Minta Sistem Honorer Dihapuskan

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Sabtu 30 November 2019 12:29 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Pemerintah diminta untuk menghapuskan sistem honorer kepada seluruh guru yang ada di Indonesia. Mengingat, guru adalah sosok ujung tombak untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas serta generasi penerus bangsa.

"Ya jadi secara tegas IGI sudah sampaikan ke pak Menteri agar menghapus sistem honorer," kata Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Ramli Rahim kepada Okezone, Jakarta, Jumat 29 November 2019.

IGI berpandangan, konsep honorer adalah sistem yang paling tidak jelas saat ini. Menurut Ramli, sebagai pihak yang paling dibutuhkan, dengan adanya konsep honorer itu, guru dianggap tak pandang secara manusiawi.

"Honorer adalah sistem yang paling tidak jelas di negeri ini artinya kadang diakui kadang tidak tapi dibutuhkan jadi mereka sangat dibutuhkan tapi ketika sampai pada titik tertentu mereka seolah tidak dibutuhkan," ucap Ramli.

Oleh karena itu, IGI meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk tidak pura-pura 'gila' atau menutup mata ketika para guru berbicara dan memperjuangkan nasib mereka.

"Jadi ketika mereka menghitung angka guru dengan murid dan lain sebagainya mereka dimasukan tapi ketika bicara nasib mereka status mereka pemerintah pura-pura gila itu," tutur Ramli.

Ramli berpendapat, seharusnya tidak sulit untuk menghapuskan sistem honorer. Mengingat, Pemerintah mengucurkan dana 20 persen APBN untuk pendidikan di Indonesia.

Meskipun begitu, Ramli heran, anggaran yang cukup besar itu saat ini belum maksimal dirasakan oleh sosok yang di gugu dan ditiru itu. Padahal, Pemerintah selalu mengklaim pendidikan menjadi ujung tombak kemajuan Indoensia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya