JAKARTA - Tim Penggalangan Opini dan Media (Tim 9) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak kubu Airlangga Hartarto segera berhenti mengintimidasi pemilik suara di Musyawarah Nasional (Munas) Golkar. Kubu Bamsoet mengklaim telah mengendus informasi tersebut.
"Tercium dan/atau terendus informasi yang kuat dari jaringan partai di daerah-daerah, bahwa DPD-DPD II hari-hari ini sedang mengalami intimidasi politik dari kubu petahana untuk hanya mendukung dan memilih petahana Airlangga Hartarto," kata Juru Bicara Bamsoet, Viktus Murin saat jumpa pers di Jakarta, Minggu (1/12/2019).
Pihaknya berharap DPP Golkar selaku Penyelenggara Munas X, lebih khusus Panitia Pengarah (Steering Comeettee) dan Panitia Pelaksana (Organizing Comeettee) untuk segera menghentikan berbagai bentuk intrik dan intimidasi politik kepada para pemilik suara, khususnya DPD-DPD II dengan ancaman penonaktifan atau pencopotan dari struktur partai dan atau jabatan politik lainnya di daerah-daerah.
"Dengan sungguh-sungguh kami mengingatkan agar DPP dan atau Penyelenggara Munas tidak memanipulasi status Pelaksana Tugas (Plt) sebagai pihak yang memiliki Hak Suara di dalam Munas. Langkah ini selain melanggar ketentuan prinsip dalam AD/ART Partai Golkar, juga mencemari budaya dan konsensus mengenai musyawarah partai yang selama ini lazim berlangsung di Partai Golkar," tutur Viktus.
Ancam Gelar Munas 'Tandingan'
Viktus melihat pelaksanaan Munas X Golkar saat ini menabrak ketentuan AD/ART. Tindakan itu dituding untuk memenangkan calon tertentu di Munas partai berlogo pohon beringin tersebut.
Baca Juga : Airlangga Diharapkan Bersikap Demokratis agar Golkar Tak Rawan Pecah
Kubu Bamsoet pun mengancam akan menggelar Munas Golkar 'tandingan' apabila pelaksanaan forum tertinggi partai saat ini terus-terusan melabrak ketentuan AD/ART.
"Maka kami menegaskan kembali kesiapan untuk melaksanakan Munas yang sesuai dengan AD/ART Partai Golkar, sebagai manifestasi penghormatan terhadap lembaga kepresidenan, serta untuk melindungi martabat partai dan merawat keadaban demokrasi," tuturnya.
Baca Juga : Menerka Peluang Airlangga dan Bamsoet Jelang Munas Golkar
(Erha Aprili Ramadhoni)