CIREBON - Bangunan itu nampak sepi. Jendelanya tidak berkaca, temboknya retak dan tiang penyangganya miring. Lantai-lantainya pun amblas.
Begitulah potret kondisi tiga ruang kelas di SDN 1 Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang sudah sekitar satu bulan tidak dipakai siswanya untuk belajar.
Siswa kelas IV, V, dan VI terpaksa harus mengosongkan ruang kelasnya karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Di ruang kelas IV saja, setiap sudut temboknya mengalami retakan yang cukup parah.
Hal yang sama juga bisa ditemukan di ruang kelas V serta VI. Bahkan selain temboknya retak, keramik yang ada di tiga ruang kelas itu pecah karena lantainya amblas. Pihak sekolah sendiri merasa khawatir gedung tersebut akan ambruk di kemudian hari.
"Kami terpaksa mengosongkan tiga ruang kelas itu untuk keselamatan siswa kami. Sudah satu bulan lalu kondisi gedungnya semakin parah, " ujar Kepala Sekolah SDN 1 Getrakmoyan Saim Gunari, kepada Okezone, Kamis 5 Desember 2019.
Disampaikan Saim, bangunan untuk ruang kelas IV, V, dan VI baru saja direnovasi pada tahun 2016 silam. Namun, seiring berjalannya waktu bangunan itu mengalami kerusakan. Menurutnya jika diperhatikan, salah satu pintu di kelas tersebut juga terlihat miring dan ikut amblas. Kondisi ini membuat para guru merasa takut dan mengganggu proses belajar siswa.
Saim menuturkan, siswa kelas IV, V, dan VI kemudian menempati ruang kesenian serta ruang guru sebelumnya untuk kegiatan belajar. Diungkapkannya, seluruh bangunan sekolah juga temboknya mengalami retakan. Namun tidak separah tiga ruang kelas tersebut.
"Seluruh bangunan ini juga retak. Cuman memang tidak separah tiga ruang kelas itu, " katanya.