Rencananya, pada 2020 ini akan ada penambahan satu lokal lagi. Artinya, benar-benar ada dua lokal yang layak untuk mengakomodir penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di SDN 8 Kelas Jauh. "Sehingga mereka yang sekolah di Kapuas Hulu bisa kembali lagi ke Sintang. Dan, tidak ada lagi yang menyeberang sungai," katanya.
Jadi, jika semua sudah kembali sekolah di SDN 8 Kelas Jauh, maka jumlah murid di sana mencapai sekitar 80-an orang. Dengan demikian, sudah memenuhi kriteria atau kelayakan jika dijadikan sekolah berdiri sendiri dan berstatus negeri.
"Melihat jumlah muridnya saja, sudah masuk kriteria. Dan, pastinya jumlah murid di sana akan berkembang. Karena masyarakat di sana juga banyak," tuturnya.
Jika demikian, kata Yustinus, masih ada PR bagi Disdikbud. Dalam hal pemenuhan tenaga guru. Otomatis, harus ada tenaga guru tambahan untuk mengajar anak-anak ini. Meski hanya tenaga kontrak. "Karena, ada guru yang harus mengajar di SDN 8 Manyam 1, juga harus ada yang mengajar di SDN 8 Kelas Jauh," tutur dia.
Kita bersyukur ada kepedulian dan perhatian dari warga sekitar yang membantu penyelenggaraan pendidikan ini. Karena, Disdikbud Sintang sepenuhnya ingin membangunkan fasilitas pendidikan di tempat yang benar-benar membutuhkan. Lagi-lagi, keterbatasan anggaran menjadu penghambat.
"Tak lupa kami mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam hal pendidikan ini. Kami dari Disdik sangat mendukung. Ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah, mewujudkan masyarakat Sintang yang cerdas,” katanya.
"Tidak dipungkiri, bantuan dari orangtua, masyarakat dan perusahaan sekitar dengan program CSR-nya bisa membantu penyelenggaraan pendidikan ini. Itu luar biasa," sambungnya.
Yustinus mengaku, di Sintang masih banyak fasilitas pendidikan baik bangunan sekolah, rumah dinas guru serta fasilitas pendukung lainnya yang masih belum layak. Dengan keterbatasan anggaran yang ada, pihaknya memaksimalkan penggunaannya untuk yang lebih prioritas.
"Makanya penuh harapan kita agar anggaran pendidikan untuk fisik, bisa ditambah lagi. Meski saat ini kita sudah terbantu dari program PUPR. Namun untuk di pedalaman, dirasa masih kurang," harapnya.
(Fiddy Anggriawan )