Menurut Muhadjir, sistem ujian akhir seperti ini tidak benar-benar dihapus karena hanya berubah nama dan mekanismenya.
"Misalnya nanti waktunya akan digeser, tidak pada waktu akhir semester, tetap justru pada pertengahan semester," katanya.
"Itu nanti bisa berfungsi untuk evaluasi untuk bahan perbaikan kepada guru, ketika mengajar, sehingga murid yang sudah dievaluasi itu bisa diperbaiki sebelum dia selesai (lulus)" ujarnya melanjutkan.
Ia menilai, berbagai kritikan yang datang karena penghapusan UN adalah hal yang wajar. Menurut dia, kritik itu bentuk kepedulian masyarakat terhadap pendidikan.
"Justru bagus ada ruang publik untuk berwacana, berdiskusi, kemudian dicari cara yabg terbaik. Justru tandanya publik sangat peduli kan," tuturnya.
(Angkasa Yudhistira)