"Nanti kita coba data dulu seberapa banyak dan juga kami bisa ajak diskusi dengan asosiasi dan komunitas dari pengamen atau musik jalanan," katanya.
Meski begitu, lanjut dia, pihaknya belum bisa memastikan program itu akan berjalan kapan. Yang pasti dalam waktu dekat, dirinya akan menginstruksikan jajarannya untuk mengkordinasikan rencana itu dengan pihak Dinsos DKI Jakarta.
"Initinya Disparbud menilai keberadaan pengamen tunanetra itu tidak merusak estetika jalanan," ujar dia.
(Khafid Mardiyansyah)