Jumlah pengamen tunanetra sendiri diakui Ahmad tidak terlampau banyak beroperasi di kota Patriot tersebut. Hanya saja kekurangan fisik mereka tetap menimbulkan kekhawatiran masyarakat soal kemungkinan resiko kecelakaan. Hal ini pula yang menjadi segelintir keluhan bagi pengendara yang melintas.
"Keberadaan mereka tidak terlalu crowded (ramai) dalam aktifitasnya, hanya tingkat kerawanan kendaraan bila lalu lalang membahayakan. Kalau keluhan sih tergantung cara pandang menyikapinya. Mereka mahluk Tuhan sama seperti kita, hanya sisi lain kekurangan dan kelebihannya yang perlu diperhatikan," jelasnya.
Ahmad juga menegaskan tentang upaya Pemkot Bekasi untuk memberdayakan para penyandang tunanetra tersebut, agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak dari profesi selain mengamen.
"Pasti ada, ini jalannya sedang dipikir oleh para pemikir. Ini lintas pemerintah, sabar adalah kuncinya. Upaya Pemkot perlu dipercepat dalam hal ini, karena menyangkut perut dan kehidupan masa depannya," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)