"Mereka juga mengembangkan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), jadi ada kelompok ibu-ibu pencinta TOGA, termasuk juga punya tempat pengembangbiakan ikan. Jadi ini bisa jadi percontohan bagi posyandu-posyandu lainnya," puji Atalia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jabar Dedi Supandi turut mengapresiasi Posyandu Mawar karena telah mendukung program pemerintah baik Provinsi Jabar maupun Kota Bandung dalam upaya meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan warga masyarakat dengan memberikan salah satu pelayanan kesehatan terbaik.
Selain itu, Dedi juga memuji inovasi yang telah dibuat oleh Posyandu Mawar, yaitu POMAGA (Kelompok Ema Toga RW Salapan), di mana setiap rumah diwajibkan memiliki dan menanam lima jenis TOGA. Juga adanya pembentukan Kawasan SEBENTAR KOK (Sehat Bersih Tanpa Asap Rokok).
"Terima kasih atas inovasinya. Ini inovasi yang luar biasa dan perlu dicontoh oleh kawasan lain. Perlu kami sampaikan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan terus berkiprah untuk meningkatkan kinerja Posyandu baik itu revitasisasi peran posyandu maupuan revitasiasi pokjanal posyandu," kata Dedi.
"Ini menjadi penyemangat bagi kita semua, karena baru kita kunjungi dan lihat langsung sekarang kalau di lingkungan TNI pun Posyandu berkiprah dengan sangat baik," tutupnya. (adv) (wil)
(Risna Nur Rahayu)