Jokowi menerangkan, pemilihan Dewas KPK itu sengaja dipilih dari berbagai latarbelakang profesi. Kombinasi itu akan memperkuat lembaga antirasuah ke depan.
"Memang ini kita pilih dari sudut-sudut yang berbeda-beda. Ada yang mantan hakim. Ada yang hakim aktif, ada juga mantan KPK. Ada juga yang akademisi ada Mahkamah Konstitusi. Saya kira sebuah kombinasi yang sangat baik sehingga memberikan fungsi terutama fungsi kontrol dan pengawasan terhadap komisioner KPK," ujarnya.
Jokowi menilai, para Dewas KPK itu bisa bekerjasama dengan lima orang komisioner lainnya. "Saya kira ini akan bekerja sama dengan baik dengan komisioner. Hitungan kita itu," tuturnya.
Baca Juga: Profesi Hakim Dominasi Petinggi KPK Periode 2019-2023
(Arief Setyadi )