JAKARTA – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menilai dengan dibentuknya Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke depannya akan rentan adanya conflict of interest atau konflik kepentingan.
Politikus Partai Gerindra, Hendarsam Marantoko menjelaskan, hal itu dapat terjadi terkait independensi para dewan pengawas tersebut. Hal ini mengingat mereka ditunjuk secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Memang saya pribadi bertanya-tanya juga kenapa, catatan kita bahwa salah satunya Dewas janganlah dipilih oleh eksekutif dalam hal ini presiden. Karena ini terkait dengan masalah conflict of interest," kata Hendarsam dalam acara Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Babak Baru KPK' di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2019).
Meski begitu, Hendarsam menilai, secara komposisi Dewas KPK diisi sosok yang memiliki rekam jejak yang baik serta mempunyai integritas dan kredibilitas.