PONTIANAK - Sebanyak tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam tertangkap tangan sedang mencuri ikan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Laut Natuna Utara, Senin 30 Desember 2019.
Kapal-kapal Vietnam itu terdiri dari, KG 95118 TS, ukuran 125 GT, jumlah awak kapal sebanyak 5 orang WN Vietnam; KG 94629 TS, ukuran 98 GT, jumlah awak kapal sebanyak 18 orang WN Vietnam; KG 93255 TS, ukuran 98 GT, jumlah awak kapal sebanyak 13 orang WN Vietnam.
Penangkapan dilakukan Kapal Pengawas (KP) milik KKP yang terdiri dari KP Orca 3, KP Hiu Macan 01, dan KP Hiu 011. Saat proses penangkapan, terjadi perlawanan dari para nelayan Vietnam ini. Bahkan, kapal pengawas mengalami kerusakan.
“Tiga kapal ikan berbendera Vietnam melakukan perlawanan sengit saat hendak ditangkap. Prosesnya sangat menegangkan. Akibat dari perlawanan itu, kapal pengawas perikanan yang melakukan penangkapan mengalami beberapa kerusakan. Bahkan Kapal Orca 03 kerusakannya cukup parah,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat meninjau langsung tiga KIA berbendera Vietnam di Stasiun PSDKP Pontianak, Kamis (9/1/2020).
Adanya aksi pencurian ikan di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia ini, membuat Ditjen PSDKP-KKP berkoordinasi dengan TNI AL untuk mengerahkan KRI Tjiptadi-381 dan KRI Teuku Umar-385 serta Bakamla yang mengirimkan KN Tanjung Datu ke Laut Natuna Utara.
Butuh waktu berhari-hari untuk menggiring ketiga KIA ini beserta puluhan awak kapalnya ke PSDKP Pontianak. Setibanya di PSDKP Pontianak, para awak kapal diperiksa oleh penyidik.
Baca Juga : Hendak Melahirkan, Korban Longsor Sukajaya Dievakuasi dengan Helikopter
Baca Juga : Pompa Mobile Disiagakan di Pesisir Jakarta untuk Antisipasi Banjir Rob
Edhy menyampaikan apresiasi kepada aparat dari Ditjen PSDKP-KKP yang telah dengan saba, sigap dan tegas,dalam menghadapi provokasi dan pelawanan dari kapal-kapal ikan asing berbendera Vietnam tersebut.
“Alhamdulillah petugas kita dalam kondisi sehat, mereka sangat sabar sekaligus sigap dan tegas sehingga akhirnya dapat melumpuhkan ketiga kapal ilegal tersebut,” imbuhnya.
Dalam upaya melumpuhkan tindakan illegal fishing tersebut, dua awak kapal Vietnam tertembak. Dan, saat ini mereka masih dirawat di rumah sakit di Pontianak. Sementara terhadap tiga nahkoda Kapal Pengawas ini, Edhy memberikan penghargaan atas prestasinya.