Peristiwa 17 Januari: Perjanjian Renville hingga Pengaktifan Jam Kiamat

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Jum'at 17 Januari 2020 07:04 WIB
(Foto: AFP)
Share :

SEJUMLAH peristiwa penting terjadi pada 17 Januari dari tahun ke tahun. Beberapa peristiwa di antaranya masuk ke dalam catatan sejarah dunia. Salah satunya perjanjian Renville dan penyetelan ulang 'jam kiamat' pada 2007.

Berikut ulasan singkat sejumlah persitiwa mendunia yang diringkas Okezone merujuk dari berbagai sumber:

1. Perjanjian Renville

Pada 17 Januari 1948, Indonesia dan Belanda yang sedang berseturu atas kekuasaan wilayah, sepakat menandatangani perjanjian di atas geladak kapal perang Amerika Serikat, USS Renville. Perjanjian tersebut kemudian dinamakan perjanjian Renville.

Perjanjian Renville merupakan jalan tempuh atas penyelesaian perselisihan atas perjanjian Linggarjati tahun 1946. Perjanjian ini berisi batas antara wilayah Indonesia dengan Belanda yang kemudian disebut Garis Van Mook.

Saat itu, perjanjian dihadiri oleh delegasi dari Indonesia yakni, Amir Syarifudin, Ali Sastroamijoyo, H Agus Salim, Dr. Coatik Len, serta Nasrun. Sementara delegasi Belanda yakni, R Abdul Kadir Wijoyoatmojo, Dr PJ Koets, dan Mr Dr Chr Soumokil. Sedangkan sebagai pihak penengah yaitu PBB diwakili oleh Frank Graham, Paul Van Zeeland, dan Richard Kirby.

Adapun, isi perjanjian tersebut yakni, Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatra sebagai bagian wilayah Republik Indonesia. Kemudian, disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda. Terakhir, TNI harus ditarik mundur dari daerah daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur.

2. Kecelakaan Dua Pesawat di Palomares

Kecelakaan Palomares merupakan insiden tabrakan udara antara pesawat pembom B-25 dengan pesawat tanker KC-135 Stratotanker di atas Spanyol. Dalam peristiwa tersebut, 7 orang dari dua pesawat tersebut tewas.

Tak hanya itu, tiga buah bom nuklir berkekuatan 70 kiloton yang dilaporkan dibawa oleh salah satu pesawat jatuh di dekat Kota Palomares del Rio. Sementara satu bom nuklir lainnya jatuh di laut.

Tabrakan diduga karena dua pesawat saling berdekatan. Di mana, pesawat pembom B-25 saat itu sedang mengisi bahan bakar di udara lewat pesawaf tanker KC-135 Stratotanker.

3. Gempa Bumi Magnitudo 7,2 Luluhlantahkan Jepang

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 meluluhlantahkan Jepang tepatnya di daerah Hanshin dan Pulau Awaji pada 17 Januari 1955 sekira Pukul 05.46 waktu setempat. Gempa yang kini disebut dengan gempa besar Hanshin-Awaji tersebut memakan korban jiwa sebanyak 6.433 orang dan menyebabkan kerusakan senilai 100 miliar dolar Amerika.

Gempa yang berpusat di sebekah utara Pulau Awaji tersebut dilaporkan akibat tabrakan antara tiga lempeng bumu yakni, lempeng Filiphina, Pasifik, dan Eurasia. Gempa ini menghancurkan atau berdampak pada kerusakan besar di Kota Kobe.

Gempa Hanshin-Awaji ini tercatat menjadi yang terburuk di Jepang sejak gempa bumi besar Kanto pada 1923. Saat ini, setiap tanggal 17 Januari, Kota Kobe mengadakan berbagai upacara untuk mengenang para korban gempa Hanshin-Awaji.

4. 'Jam Kiamat' Diaktifkan 5 Menit Jelang Tengah Malam

Jam Kiamat merupakan jam simbolis yang menandakan akan adanya bencana-bencana besar di dunia. Jam ini sudah dikelola sejak 1947 oleh Science and Security Board (Dewan Ilmu Pengetahuan dan Keamanan di Amerika Serikat)

Pada 17 Januari 2007, 'Jam Kiamat' diaktifkan pukul 23.55 waktu setempat atau lima menit sebelum pergantian hari. Alasan penambahan waktu tersebut karena adanya uji peluru kendali Korea Utara, ambisi nuklir Iran, penekanan Amerika pada senjata nuklir, serta perubahan iklim.

Jam kiamat ini sudah dua puluh kali disesuaikan sejak diluncurkan pada 1947. Awal mula diluncurkan atau bertepatan dengan perang dingin, jam kiamat dimulai 7 menit menuju tengah malam.

Kemudian, menit tersebut berubah sesuai dengan prospek keadaan dunia dan perang nuklir. Saat ini, jam kiamat ditetepkan 2 setengah menit menuju tengah malam atau sebelum pergantian hari.

sebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya