TANGERANG - Sejak larangan penerbangan ke China dan sebaliknya diberlakukan, Bandara Internasional Soekarno-Hatta semakin memperketat pengawasan terhadap kesehatan penumpang di pintu kedatangan luar negeri.
"Walaupun penerbangan ke China ditutup sementara, kami justru meningkatkan kewaspadaan terhadap penumpang dari luar negeri," ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Soekarno Hatta, Anas Ma'aruf, Rabu (12/2/2020).
Baca Juga: Ratusan WNI dari China di Natuna Bakal Dipulangkan 16 Februari
Petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan sebanyak dua kali terhadap penumpang Internasional. Pemeriksaan pertama akan dilakukan di dalam pesawat dengan therma gun satu per satu. Sedangkan pemeriksaan kedua dilakukan di pintu kedatangan dengan melewati therma scanner.
"Kalau di atas 38 derajat akan terlihat, lalu akan dibawa dan diperiksa lebih lanjut di KKP. Kemudian, kalau sakit akan dibawa ke rumah sakit rujukan, kalau sehat diperbolehkan pulang," ujarnya.
Pengawasan dilakukan bukan hanya pada tamu luar negeri tetapi juga pada WNI yang datang dari China. Sebab, meskipun penerbangan langsung dari China dan sebaliknya ditutup sementara waktu, mereka yang hendak pulang ke Indonesia bisa transit di negara lain seperti Thailand.
"Tentu petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap WNI yang datang dari China, kalau sehat tentu diperbolehkan lanjutkan perjalanan," ujar Anas.