"Ya mereka (jamaah) umrah sehat. Kita lihat dari data saja. Tapi kalau urusan kebijakan harus serahkan ke Arab Saudi, kita harus menghargai itu," imbuh pria kelahiran Yogyakarta ini.
Dirinya meminta untuk tidak menyalahkan kebijakan Arab Saudi yang berujung berbenturan kebijakan, mengingat ke depan masih ada persiapan terkait ibadah haji yang juga menjadi kewenangan negara Arab Saudi.
"Jangan membuat benturan antar pemerintah, karena habis itu persiapan untuk jamaah haji yang begitu besar. Persiapannya harus siap," jelasnya.
Sebagai informasi, banyak jamaah umrah asal Indonesia sejak Kamis siang kemarin tak bisa berangkat ke Tanah Suci diakibatkan Pemerintah Arab Saudi menutup akses kedatangan umrah dari sejumlah negara yang terindikasi terkena virus korona atau Covid-19.
(Hantoro)