Menurut dia, dibatalkannya penerbangan tersebut karena kebijakan yang dikeluarkan Arab Saudi. Saat itu banyak dari jamaahnya yang merasa tidak percaya. Pasalnya, mereka sedang menunggu jadwal penerbangan dan tinggal berangkat saja.
Bahkan di antara jamaah itu ada yang menangis histeris setelah mendengar kabar tersebut. Ia berharap agar pelaksanaan ibadah umrah bisa kembali berjalan normal ke depannya.
"Ada yang menangis. Setelah Salat Zuhur ada info kalau pesawat yang akan terbang ke Madinah di-cancel," ucapnya.
(Hantoro)