Serangan tak berawak itu menewaskan 19 tentara Suriah, dan menjatuhkan dua pesawat rezim pemerintah Bashar Al Asad.
Meskipun berada di sisi yang berlawanan, Turki dan Rusia telah berkoordinasi di masa lalu.
Mereka bertemu pada 2018 di Sochi menghasilkan Turki mendirikan 12 pos pengamatan militer di Idlib untuk mencegah serangan Suriah dan membanjirnya pengungsi ke wilayah Turki.
Namun Suriah dan Rusia tampaknya semakin bertekad untuk mendapatkan kembali kendali penuh wilayah Idlib, dan serangan kerap diluncurkan pada Desember. Serangan itu membuat hampir 1 juta orang mengunsi.
Peningkatan terakhir terjadi setelah 34 tentara Turki tewas dalam serangan udara yang Suriah.
(Rachmat Fahzry)