KAGAMA mengajak semua elemen bangsa utk bersatu, bahu membahu dalam menghadapi situasi seperti ini. KAGAMA juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang, jangan panik, dan tidak mudah terpancing provokasi untuk melakukan tindakan yang justru merugikan kepentingan bersama.
"Saya yakin Pemerintah serius, siap dan mampu menanggulangi wabah virus Corona. Syaratnya, kita secara bersama-sama juga harus membantu pemerintah," tegas Ganjar.
Baca Juga: Langkah Pemkot Bekasi Antisipasi Virus Korona
Pihaknya juga menyiapkan program jangka menengah. KAGAMA akan segera menyusun usulan policy brief dalam mitigasi dampak ekonomi dari wabah Corona. Tidak hanya bidang kesehatan, Ganjar akan mengajak segenap elemen KAGAMA sampai pengda dan pengcab, untuk secara bersama-sama berkontribusi bahu membahu membantu pemerintah menangani dampak wabah Corona.
“Untuk policy brief, targetnya satu minggu ini sudah ada draft. Akan kita sempurnakan dalam bentuk FGD yang melibatkan UGM maupun forum KAGAMA yang lebih besar,” jelas Gubernur Jawa Tengah ini.
Selain menyampaikan komitmennya untuk membantu pemerintah atas merebaknya wabah Corona, dalam kesempatan audiensi dengan Presiden tersebut, Ganjar juga menyampaikan 13 rekomendasi strategis hasil Musyawarah Nasional (Munas) XIII KAGAMA di Bali, tanggal 15-16 November 2019 lalu.
Selanjutnya Ganjar menyampaikan soal kepengurusan PP KAGAMA yang telah terbentuk sebanyak 261 orang. Rinciannya, 191 orang sebagai Pengurus Pusat KAGAMA, 61 orang sebagai Dewan Dewan Pakar, dan sembilan orang sebagai Dewan Pertimbangan KAGAMA. Beberapa yang masuk di kepengurusan merupakan pejabat level Menteri, profesional, hingga pekerja sosial.
Selain menyerahkan 13 Rekomendasi strategis kepada Presiden, dalam kesempatan audiensi tersebut, Ganjar juga menyerahkan Buku “Dari Bulaksumur untuk Indonesia” kepada Presiden Joko Widodo.
(Fiddy Anggriawan )