PONTIANAK - Masyarakat Kalimantan Barat diminta tidak panik dengan virus korona. Walaupun ada 15 warga Kalbar baru pulang berlibur dari Korea Selatan, negara terjangkit virus korona ini.
"Memang ada 15 orang yang sudah pulang (kemarin). Saya harapkan mereka bisa mengisolir dan mengarantina diri secara mandiri di rumah. Tidak perlu keluar rumah dulu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson, Selasa (3/3/2020).
Masyarakat, kata Harisson, diminta tetap tenang. Karena, pihaknya selalu memantau kesehatan 15 warga tersebut selama 14 hari ke depan. Termasuk memantau perkembangan satu warga yang tertahan di Malaysia karena menunjukkan gejala korona.
"Jangan terlalu panik, yang penting sekarang pola bersih dan sehat. Selama 14 hari ke depan kita pantau kesehatannya mudah-mudahan tetap sehat," ujarnya.
Harisson menambahkan, sebenarnya virus korona bisa disembuhkan. Karena gejalanya seperti flu, demam dan influenza. Pengidapnya, batuk kemudian sakit tenggorokan dan sesak napas karena ada pneumonia.
"Jadi, orang yang usianya di bawah 50 tahun, sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Asal benar-benar menjaga daya tahan tubuh," jelasnya.
Pada intinya, kata Harisson, masyarakat dianjurkan memakan makanan yang baik seperti makan sayur dan buah, olahraga yang teratur, tidak merokok, tidak stres, serta istirahat yang cukup.
Baca Juga: MUI: Menimbun Makanan & Masker di Tengah Virus Korona Haram Hukumnya!
"Jika demikian, maka daya tahan tubuh kita fit. Jadi, jika virusnya masuk akan sembuh dengan sendirinya," tuturnya.
Bagi masyarakat yang sudah berusia 50 tahun, memang membutuhkan perawatan ekstra. Apalagi bagi mereka yang mengalami diabetes, penyakit paru dan penyakit ginjal kronis. Hal itu akan memperberat dan mengharuskan pasien mendapat perawatan di rumah sakit.
"Kalau kita merawatnya dengan benar, pasien ini akan sembuh,” terangnya.
Daripada panik yang berlebihan, Harisson mengajak masyarakat lebih mengutamakan pola hidup sehat dan bersih. Selain menjaga pola makan dan olahraga, masyarakat diminta sering mencuci tangan sebelum makan.
“Setelah memegang lingkungan di sekitar kita dan sebelum menyentuh wajah, harus cuci tangan dulu,” imbaunya. Penggunaan masker pun, sambung Harisson, lebih diutamakan digunakan untuk warga yang sakit.
(Khafid Mardiyansyah)