JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menata kawasan stasiun untuk mengintegrasikan moda transportasi dan memperlancar arus lalu lintas terus berlanjut. PT KAI dalam hal ini akan menggandeng Pemprov DKI Jakarta.
Setelah Stasiun Juanda, Sudirman, Tanah Abang, dan Senen, penataan akan berlanjut ke Stasiun Kota, Palmerah, Gondangdia, dan Cikini. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan ada 72 stasiun KA yang akan ditata dan terintegrasi dengan transportasi.
Tahap awal, penataan dilakukan pada empat stasiun yakni Tanah Abang, Juanda, Sudirman, dan Senen. "Empat stasiun tersebut ditarget selesai akhir Maret ini," kata Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta kemarin.
Dia menjelaskan, tujuan penataan untuk mengintegrasikan secara menyeluruh moda transportasi di kawasan stasiun sehingga perjalanan terus berlanjut baik KA maupun angkutan jalan. Yang tak kalah pentingnya adalah aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang yang menjadi prinsip penyediaan transportasi yang baik bisa terpenuhi. “Nantinya tidak ada lagi ojek online dan pangkalan yang mengokupasi jalan di kawasan stasiun,” ungkap Syafrin.
Untuk ojek online karena transportasi yang mengimplementasikan teknologi tinggi, area pangkalannya terpisah dengan area penjemputan. Seperti di Stasiun Juanda. Untuk area pangkalan ojek online berada di sisi utara stasiun, kemudian area titik penjemputannya di sisi selatan atau di depan Stasiun Juanda.
Begitu pula di stasiun lainnya. Seperti di Senen yang pengendaliannya dilakukan di Jalan Stasiun Senen di area PD Pasar Jaya. "Di seberangnya itu ada area pengendapan untuk ojek online sehingga mereka tidak mengokupasi ruang jalan lagi. Demikian pula halnya di Stasiun Tanah Abang maupun di Stasiun Sudirman," ungkapnya.