Dia pun memastikan, kesiapan pemerintah maupun petugas medis untuk menangani pasien yang diduga terpapar virus korona atau Covid-19. Sebagai persiapan, telah dilakukan simulasi secara terpadu dengan mulai dari bandara hingga pasien dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang.
"Jadi sebelum kejadian ini, kayanya yang melakukan simulasi pertama itu Jawa Tengah. Malah ada yang potong di medsos dan potong judul simulasi, seolah-olah ada (pasien) yang meninggal beneran. Padahal tidak," terangnya.
"Kita dari saat itu tidak perlu tim khusus, buat saya. Bahwa ada yang mengendalikan protokol kesehatan, kedokteran, ini teman-teman sudah paham betul, karena kita punya pengalaman (penanganan) MERS dan SARS," pungkasnya.
Sekadar diketahui, daerah yang membentuk tim khusus untuk penanganan virus korona adalah DKI Jakarta. Tim itu dipimpin oleh asisten Kesra dan beranggotakan Dinas Kesehatan, Dinas Kominfotik, BPBD, Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Biro Perekonomian.
Selain itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini mengusulkan pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) penanganan virus korona (Covid-19). Satgas ini dapat mempercepat deteksi WNI yang dicurigai terpapar virus tersebut.