BENGKULU – Dari 20 puskesmas di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, satu puskesmas menjadi rujukan sentinel untuk kasus suspect infeksi pernapasan, termasuk virus korona atau Covid-19. Puskesmas tersebut dilengkapi tim dokter, perawat, dan laboratorium sebagai penunjang pengambilan sampel swap (cairan) tenggorakan pasien yang akan diteliti di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Neli Hartati mengatakan Puskesmas Sukamerindu, Kecamatan Sungai Serut, menjadi rujukan pengambilan sampel cairan tenggorokan untuk kasus suspect infeksi pernapasan maupun Covid-19.
Baca juga: Dampak Korona, 2.393 Calon Jamaah Umrah RI Tertunda Keberangkatan
''Puskemas Sukamerindu menjadi rujukan sentinel untuk kasus suspect infeksi pernapasan, termasuk virus korona,'' kata dia saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 10 Maret 2020.
Di Kota Bengkulu, terang Neli, tidak ada kasus virus korona. Untuk pasien terkonfirmasi atau positif virus korona, lanjut dia, mesti melalui proses yang cukup panjang. Mulai pemantauan, pengawasan, suspect, dan terakhir terkonfirmasi atau positif korona.
''Belum ada kasus positif korona di Bengkulu,'' jelasnya.
Meski demikian, terang dia, masyarakat tidak panik dengan virus korona. Mereka pun diimbau tetap menjaga pola hidup sehat melalui cuci tangan sebelum makan, menjaga daya tahan tubuh, dan lain-lain.
Baca juga: Kemenag Tutup Sementara Aplikasi Pendaftaran Umrah
Ia mengatakan, masker tidak diperuntukkan bagi orang sehat, namun untuk mereka yang sakit. Tujuannya agar virus yang dialami seseorang tidak menyebar atau tertular ke orang lain.
''Penggunaan masker tidak untuk orang sehat. Tapi masker untuk orang sakit agar penyakit tidak tertular,'' jelasnya.
Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, lanjut dia, telah menyebarkan 40 boks masker untuk 20 puskesmas di Kota Bengkulu. Setiap puskesmas masing-masing 2 boks yang berisi sekira 100 masker.
Baca juga: Cegah Korona, Kepala Daerah di Jambi Diminta Terapkan Langkah Strategis
Masker tersebut, lanjut Neli, diperuntukkan bagi tim medis di puskesmas yang menangani pasien.
''Kita sudah membagikan masker ke 20 puskesmas di Kota Bengkulu. Itu diperuntukkan penanganan pasien,'' tukasnya.
Baca juga: Beredar Surat Penundaan Penyelenggaraan Formula E di Jakarta karena Korona
(Hantoro)