MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan prosedur “karantina komunitas” terhadap Pulau Luzon hingga 12 April untuk menghentikan penyebaran virus corona.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin 16 Maret, Duterte mengatakan pergerakan masyarakat gerakan. Mereka boleh berada di luar ruangan untuk membeli makanan, obat-obatan dan barang-barang penting lainnya yang diperlukan untuk bertahan hidup.
"Hanya perusahaan yang telah ditunjuk diperbolehkan menyediakan makanan dan obat-obatan," kata Duterte menyitir Al Jazeera, Selasa (17/3/2020).
Kebijakan karantina ini secara efektif mengunci pulau terbesar dan terpadat di negara itu, dan berdampak pada sekitar 57 juta penduduknya.
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Ibu Kota Filipina di Lock Down
Presiden Duterte juga menginstruksikan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Sosial untuk menerapkan langkah-langkah yang usaha kecil dan pekerja upahan.
Dia juga mendesak perusahaan untuk melepaskan gaji wajib bulan-13 bulan kepada karyawan mereka.
Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Filipina, ada 142 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Filipina dan 12 kematian.
Juru Bicara Kepresidenan Filipina, Salvador Panelo sebelumnya menjelaskan wilayah yang dikarantina akan membuat transportasi ditangguhkan, penyediaan makanan dan layanan penting akan diatur dan kehadiran pasukan keamanan untuk menegakkan prosedur karantina.
"Kami sudah memiliki [prosedur] karantina komunitas yang kami mulai dua hari lalu [di Manila], kami hanya memperluasnya ke seluruh Luzon," kata Panelo.
(Rachmat Fahzry)