"Kita sudah alokasikan beberapa anggaran perubahan. Pertama, persiapan dari sarana dan prasarana, alat pelindung diri (ADP), dan beberapa puskesmas yang kita tunjuk untuk fokus kepada nomor darurat 119," ucapnya.
Meski begitu, Airin melanjutkan, jika seandainya nanti masyarakat membutuhkan pertolongan maka dapat menghubungi call centre 119. Nantinya ada petugas layanan kesehatan dari Puskesmas yang siap menangani.
Baca Juga : Antisipasi Covid-19, Pemkab Madina Liburkan Sekolah dan Awasi Pendatang
"Misalnya nanti masyarakat menelepon ke 119, akan ada beberapa puskesmas yang turun. Ada prosedur yang nanti tidak bisa dilakukan, misalnya datang dengan menggunakan alat ADP lengkap dan nanti akan mengirimkan ke yang lainnya. Tadi kita juga sudah berkonsultasi," ucapnya.