LONDON – Sejumlah warga London, Inggris masih memadatai layanan transportasi kereta bawah tanah meski Perdana Menteri Boris Johnson telah memberlakukan pembatasan wilayah atau lockdown secara nasional pada Senin, 23 Maret
PM Inggris Boris Johnson memerintahkan warga untuk tidak meninggalkan rumah mereka, dan bepergian hanya untuk keperluan penting.
Walikota London Sadiq Khan juga mendesak para pekerja untuk tinggal di rumah dan mengatakan angkutan umum hanya boleh digunakan oleh petugas. "[Jika tidak] orang akan mati," katanya mengutip Mirror.
Sebelumnya Sadiq Khan meminta perusahaan untuk mengizinkan karyawannya bekerja dari rumah.
"Pengusaha: tolong dukung karyawan Anda untuk bekerja dari rumah kecuali jika benar-benar diperlukan. Mengabaikan aturan ini berarti lebih banyak nyawa yang hilang."
@10DowningStreet @SadiqKhan @TfL @BBCBreaking @BBCNews @BBCBreakfast still overcrowding at London tube stations this morning while #nhsworkers are trying to get to work. We need ID inspections at the stations This was central line this morning pic.twitter.com/zSIqRf2Kxz
— Ken MacArthur (@ken_macarthur) March 24, 2020
Beberapa penumpang KRL mengatakan penguranan layanan membuat para penumpang berjubel di kereta.