"Harusnya tidak ada penutupan jalan, apalagi tidak ada pemberitahuan sebelumnya," keluh salah seorang sopir di lokasi.
Setelah terlibat adu argumentasi, anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat akhirnya memperbolehkan mobil-mobil itu masuk dengan syarat sopir dan penumpang harus melalui pemeriksaan ketat berupa pengecekan suhu tubuh dan rela disemprot cairan disinfektan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, Andi Affandi Rahman mengatakan, pembatasan terhadap pendatang yang masuk wilayah Sulbar semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Mengingat, semakin hari penyebaran virus asal Wuhan, China itu sudah kian makin mengkhawtirkan. Kendati, hingga saat ini belum ditemukan kasus pasien positif terjangkit Covid-19 di wilayah itu.
"Penanganan terhadap penyebaran virus corona ini diperlukan keseriusan.Di mana salah satunya adalah dengan melakukan pembatasan pergerakan orang khusunya dari wilayah zona merah yang terpapar Covid-19," ujar Andi, Sabtu (28/3/2020).
(Rizka Diputra)