Kemudian pada 21 Maret 2020 yang bersangkutan periksa ke rumah sakit bersama keluarganya. Hasil pemeriksaan yang bersangkutan memiliki riwayat deman beberapa hari sebelumnya, tidak ada pilek, tidak ada sesak nafas.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen dicurigai adanya virus. Kemudian tanggal 23-24 Maret 2020 dilakukan pemeriksaan mendalam dan pada 31 Maret 2020 diketahui hasilnya terkonfirmasi Covid-19.
“Dari sana kita sudah mencoba beberapa hal, yang pertama adalah untuk kontak serumah kita inventarisir ada istri dan anak, sopir yang mengantar ke rumah sakit, petugas Puskesmas yang pernah kontak, tenaga medis yang memeriksa dan merawat di rumah sakit,” ujar Cahyono.
Dari analisis, kata Cahyono, pada tanggal 10 – 12 Maret 2020, yang bersangkutan dengan dua orang temannya, satu orang dalam keadaan sehat dan satu orang dalam keadaan sakit yaitu demam (seperti masuk angin). Temannya yang sakit demam itu dirawat di rumah sakit di Jakarta mulai tanggal 15 Maret 2020.
“Kemudian pada tanggal 20 Maret 2020 temannya tersebut dinyatakan positif terkonfirmasi covid-19. Dimungkinkan yang bersangkutan (T) mulai tertular tanggal 10-12 Maret 2020 saat berada di Surabaya,” ucapnya.
Baca Juga : Dampak Covid-19, Sejumlah PO Bus di Yogyakarta Berhenti Operasi
Dalam kesempatan itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, atas kondisi adanya satu pasien yang positif covid-19 maka Kabupaten Klaten dinyatakan KLB. Meski KLB, bupati mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan selalu waspada.
“Jangan takut, jangan panik, tetap selalu waspada. Mari tetap guyup dan rukun, saling mengingatkan dan membantu. Minta doanya semoga ini nanti segera berlalu,” ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)