950 Kematian, Korban Meninggal Akibat Virus Corona di Spanyol Tembus 10 Ribu

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Jum'at 03 April 2020 11:42 WIB
Petugas membawa jasad korban virus corona di Spanyol. (Foto/BBC)
Share :

MADRID – Spanyol mencatatkan 950 orang telah meninggal karena virus corona dalam waktu 24 jam, sehingga total kematian akibat Covid-19 di Spanyol menjadi menjadi 10.348.

Merujuk data Universitas Johns Hopkins, per Jumat (3/1/2020), jumlah infeksi virus corona menjadi 112.065 dari 110.238.

Dengan jumlah kematian tertinggi kedua di dunia setelah Italia, dan penghitungan kasus tertinggi ketiga setelah Amerika Serikat dan Italia, Spanyol sedang berjuang untuk menahan infeksi meski sudah melakukan karantina wilayah secara nasional, yang diperpanjang hingga 11 April.

Berikut ini 5 perkembangan utama di Spanyol terkait virus corona mengutip Al Jazeera:

Ada harapan

Peningkatan infeksi pada Kamis mengalami peningkatan 7,9 persen.

Peningkatan infeksi setiap hari dalam persentase telah melambat secara bertahap sejak 25 Maret, ketika kasus yang dilaporkan naik hanya lebih dari 20 persen.

Baca juga: Para Dokter di Spanyol Terpaksa Memilih Siapa yang Akan Mati karena Virus Corona

Baca juga: Gelanggang Es di Madrid Dijadikan Kamar Mayat Korban Virus Corona

Meskipun meningkatnya jumlah kematian membawa kesedihan, Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa tetap optimis.

"Data menunjukkan bahwa kurva telah stabil, kami mencapai titik tertinggi dan segalanya melambat," katanya kepada parlemen. "Ada cahaya (harapan]) di ujung terowongan. Sekilas harapan: kurva telah stabil.

"Puncak kurva dan kami telah memulai fase perlambatan."

Sekitar satu juta orang kehilangan pekerjaan

Spanyol, negara berpenduduk sekitar 47 juta jiwa, telah kehilangan 900.000 pekerjaan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak melakukan karantina wilayah pada pertengahan Maret. Sedangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) memengaruhi setidaknya 620.000.

Data jaminan sosial menunjukkan sekitar 80.000 pekerja sakit terpapar virus corona, sementara 170.000 lainnya cuti sakit karena diisolasi.

"Ini adalah situasi yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya," kata Menteri Tenaga Kerja Yolanda Diaz.

Sementara itu, Unai Sordo, pemimpin serikat buruh terbesar di Spanyol, CCOO mengatakan Spanyol lumpuh akibat darurat kesehatan.

Tenaga medis menggunakan plastik

Para dokter dan perawat Spanyol membagikan foto atau video yang menunjukkan mereka mengenakan sampah kantong plastik sebagai pakaian pelindung.

Lebih dari 15.000 tenaga medis di Spanyol, terpapar virus corona atau terisolasi, sehingga tidak dapat membantu pasien.

Pria berusia 93 sembuh dari COVID-19

Pada Rabu, dokter dan tenaga medis merayakan seorang pria Spanyol berusia 93 tahun yang telah pulih dari COVID-19.

Pria itu, yang namanya tidak disebutkan, menghabiskan lima hari dalam isolasi di sebuah rumah sakit di La Seu d'Urgeil.

WHO mengatakan lebih dari 95 persen orang yang meninggal karena virus corona di Eropa, berusia lebih dari 60 tahun.

Bagi kebanyakan orang, virus corona baru menyebabkan gejala ringan atau sedang, seperti demam dan batuk yang hilang dalam dua hingga tiga minggu.

Bagi sebagian orang, terutama orang lanjut usia dan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit, dapat virus daoat menyebabkan penyakit yang lebih parah, termasuk pneumonia, dan dapat menyebabkan kematian.

Catalonia minta bantuan militer Spanyol

Pemerintah Catalonia Spanyol meminta bantuan militer nasional untuk menangani pandemi virus corona, setelah sebelumnya enggan meminta bantuan.

Ada lebih 2 ribu kematian akibat virus corona di Catalonia dan sekitar 2.000 orang dalam perawatan intensif.

Bulan lalu, seorang pejabat pemerintah Catalonia, , mengatakan bantuan militer "tidak diperlukan sama sekali ".

Namun, Alba Verges, seorang pejabat kesehatan senior, mengatakan kepada Radio Catalunya bahwa bantuan dari personel kesehatan militer akan diterima.

"Kami membutuhkan tangan. Tangan juga berarti bahwa jika [militer] memiliki dokter dan perawat, mereka menyediakannya untuk kami," katanya.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya