WASHINGTON - Amerika Serikat mencatat hampir 1.480 kematian akibat virus corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 antara Kamis dan Jumat, menurut data Universitas Johns Hopkins,
Catatan itu menjadi angka kematian terburuk 24 jam di seluruh dunia.
Dengan 1.480 kematian, jumlah total orang yang meninggal di AS mencapai 7.406, sedangkan 278.458 orang terinfeksi virus corona, tertinggi di dunia. Sementara 9.897 dinyatakan sembuh.
Baca juga: Virus Corona Berdampak pada 701 Ribu Orang Kehilangan Pekerjaan di AS
Baca juga: Kapten AL AS Dipecat Setelah Kirim Surat Minta Bantuan Tangani Covid-19 di Kapalnya
Gedung Putih menyatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan warga Amerika untuk menutupi wajah mereka saat pergi keluar rumah, terutama di sekitar orang lain. Akan tetapi Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia sendiri tidak akan memakai masker penutup wajah tersebut.
Trump menyatakan, "Saya tidak akan melakukannya secara pribadi. Itu adalah rekomendasi."
Panduan terbaru menganjurkan warga Amerika menggunakan penutup wajah sementara, seperti t-shirt, syal atau bandana untuk menutupi bagian sekitar hidung dan mulut.
Masker standar medis, terutama masker N95, harus disediakan bagi mereka yang berada di garis terdepan berjuang melawan pandemi virus corona.
Perubahan kebijakan itu muncul karena sejumlah pejabat kesehatan masyarakat khawatir bahwa mereka yang tidak menunjukkan gejala dapat menyebarkan virus terinfeksi COVID-19.
(Rachmat Fahzry)