JAKARTA - Psikolog, Seto Mulyadi mengajak masyarakat yang sedang melakukan karantina mandiri di menerapkan pola hidup sehat dan tetap produktif.Selain itu, dia mengimmbau masyarakat juga tetap disiplin menerapkan physical distancing demi memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).
"Kita perlu jaga jarak aman, lalu beretika saat bersin tutup dengan siku bagian dalam, cuci tangan sabun air mengalir dan produktif di rumah," kata Kak Seto sapaan akrabnya dalam konferensi pers di Gedung Graha BNPB yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Sabtu (4/4/2020).
Di sisi lain, Kak Seto mengajak warga agar terus mengikuti anjuran dan imbauan pemerintah agar tetap produktif meskipun harus diisolasi selama penyebaran corona.
"Tetap harus sediakan kesabaran dan kreatifitas. Mari sama-sama menang lawan Covid-19. Indonesia bisa, salam tangguh," tandasnya.
Sebelumnya, Kak Seto mengajak masyarakat yang sedang melakukan karantina di rumah dengan cara “GEMBIRA” untuk menghilangkan kejenuhan, stres, dan tetap produktif.
Dia menjelaskan singkatan “GEMBIRA” yang dimaksud. Menurut Kak Seto, G itu artinya harus bergerak ketika isolasi diri di rumah. E itu merupakan emosi cerdas, apabila marah tidak melakukan hal yang merugikan diri sendiri dan keluarga.
Kemudian, M adalah makan dan minum yang sehat serta bergizi saat karantina diri. Lalu, B yakni beribadah dan berdoa selama di dalam rumah.
Selanjutnya I adalah istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan. Kemudian, R yaitu rukun dan ramah dalam lingkup keluarga. Terakhir, A yakni aktif berkarya dalam bentuk apapun untuk menghilangkan jenuh dan suntuk.
"Kita perlu jaga jarak aman, lalu beretika saat bersin tutup dengan siku bagian dalam, cuci tangan sabun air mengalir dan produktif di rumah," tutur Kak Seto.
Di sisi lain, Kak Seto mengajak warga agar terus mengikuti anjuran dan imbauan pemerintah agar tetap produktif meskipun harus diisolasi selama penyebaran corona.
"Tetap harus sediakan kesabaran dan kreatifitas. Mari sama-sama menang lawan Covid-19. Indonesia bisa, salam tangguh," tutupnya.
(Rizka Diputra)