TANGERANG SELATAN – Pemkot Tangerang Selatan menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dalam menangangi wabah virus corona atau Covid-19. Hal itu sekaligus untuk mengatasi terbatasnya sarana dan fasilitas dimiliki Tangsel jika makin banyak kasus corona.
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan beberapa kampus guna membantu penanganan medis terkait Covid-19 di antaranya Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pamulang, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes).
"Fakultas Kedokteran UIN dengan Bu Rektornya sudah kita komunikasikan. Dengan Unpam yang dia punya teknik kimia untuk melakukan pengolahan disinfektan dan yang lainnya, terus dengan beberapa UMJ kedokteran juga sudah kita komunikasikan, dan Stikes juga sudah," kata Airin kepada Okezone di Balai Kota Tangsel di Ciputat, Senin (6/4/2020).
Airin juga bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). "Beberapa organisasi profesional kedokteran juga sudah kita libatkan," ujarnya.
Kerja sama tersebut juga untuk mengatasi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tim medis dalam menangani pasien corona.
Tim Gugus Tugas Covid-19 Tangsel mencatat hingga, Senin, jumlah pasien positif corona di kota itu ada 43 orang dan masih dalam perawatan. Kemudian ada 160 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 434 orang dalam pematauan (ODP) corona.
(Salman Mardira)