Diduga 3 ABK Positif Corona, Sejumlah Penumpang KM Lambelu Melompat ke Laut

Adi Rianghepat, Jurnalis
Selasa 07 April 2020 19:21 WIB
Ilustrasi (Dok. okezone)
Share :

KUPANG - Sejumlah penumpang yang masih berada di KM Lambelu dan dilarang bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores karena tiga anak buah kapal (ABK) positif terpapar Covid-19 malah nekat melompat ke laut.

Aksi melompat sejumlah penumpang itu diduga kuat sebagai reaksi panik keberadaan mereka yang masih terkatung-katung di lautan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Sikka resmi melarang kapal milik pelayaran nasional Indonesia (Pelni) yang berlayar dari Nunukan Kalimantan Timur dan membawa 233 penumpang termasuk anak-anak itu karena tiga ABK positif Covid-19.

Pelarangan bersandar di pelabuhan itu disampaikan pemerintah setempat melalui surat kepada PT Pelni yang ditandatangani Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.

Baca Juga: 3 ABK KM Lambelu Diduga Positif Corona, Seluruh Penumpang Dilarang Turun ke Dermaga

Dalam surat tertanggal 7 April 2020 tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka, meminta KM Lambelu tak melalukan aktivitas sandar di pelabuhan untuk menurunkan penumpang demi menjaga kemungkinan menyebarnya Covid-19 kepada warga lain di daerah itu. Dasar pertimbangan yang diambil karena daerah itu masih sangat memiliki keterbatasan peralatan medis, sarana dan sumber daya dokter.

"Kebijakan ini sudah kami diskusikan juga dengan pemerintah provinsi dan karena itu kami laksanakan pelarangan tersebut," kata Bupati Fransiskus dalam surat tersebut.

Sementara itu Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT yang membidangi kesehatan, Eman Kolfidus mendesak pemerintah daerah baik di kabupaten maupun provinsi untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 agar bisa mendapatkan solusi yang lebih baik dan manusiawi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya