GUNUNGKIDUL – Wabah virus corona (Covid-19) berdampak pada seleksi perangkat di sejumlah desa. Demi mencegah penularan virus corona, seleksi perangkat desa terpaksa ditunda sebagai upaya mengurangi kerumunan di masyarakat.
Salah satu penundaan tahapan tes perangkat dilakukan di Desa Bandung, Kecamayan Playen, Gunungkidul, DIY.
Kepala Desa Bandung, Mawal Edi mengatakan, jajarannya siap menggelar seleksi perangkat untuk posisi kepala urusan perencanaan dan staf. Namun proses pendaftaran yang telah dibuka harus dihentikan sementara waktu. Penundaan ini sesuai dengan instruksi dari pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat.
“Tidak boleh ada kerumunan di satu lokasi. Jadi untuk ikut dalam partsipasi pencegahan penyebaran, maka diputuskan seleksi ditunda,” kata Edi, mengutip laman Harian Jogja, Minggu (12/4/2020).
Menurut dia, saat pendaftaran terdapat 13 pelamar yang mendaftar untuk menjadi perangkat. Namun menyusul adanya edaran untuk penundaan kegiatan dari Pemkab maka tahapan langsung dihentikan meski telah memasuki pengecekan berkas.
“Sudah kami komunikasikan dengan para pelamar dan panitia. Untuk penundaan kami ikuti arahan dari kabupaten,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD), Sudjoko mengatakan, sesuai arahan pemerintah pusat, proses pengisian perangkat di tingkat desa terpaksa ditunda. “Kami sudah mengeluarkan imbauan,” kata Sudjoko.
Menurut dia, penundaan tak mengganggu pelayanan masyarakat di tingkat desa. Pasalnya, posisi perangkat yang kosong untuk sementata bisa diisi oleh pelaksana tugas. Meski ada imbauan penundaan, dia memberikan dispensasi kepada desa yang tahapan seleksi sudah masuk tahap akhir.
Sebagai contoh, kata dia, beberapa waktu lalu tetap digelar pelantikan kepala dusun dan perangkat di Desa Logandeng, Kecamatan Playen. Namun pelantikan dilaksanakan secara sederhana dan dalam prosesi itu yang hadir diwajibkan memakai masker.
Dia meminta pemerintah desa untuk menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai. Selain itu, para perangkat juga diminta ikut andil dalam pemantauan, pengecekan dan pendataan pemudik.
“Desa harus berperan aktif dalam upaya pencegahan virus corona,” pungkasnya.
(Rizka Diputra)